Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Kehidupan

AKU DIUSIA 23 TAHUN

Hari ini, 15 Mei 2020. Tepat 26 hari sejak aku berstatus karyawan. Hari-hari kebelakang terasa sedikit menantang. Beradaptasi di lingkungan baru kantor, berusaha mengenal dan menghafal nama-nama rekan kantor, dan hal-hal lain ang berhubungan dengan pekerjaan. Disisi lain, hidup sebagai perantau dan single juga menjadi tantangan tersendiri, beradaptasi dengan lingkungan kos, teman kos, penjual sekitaran kos, supir angkot, rute kendaraan, dan hal-hal sederhana yang sering dilupakan orang kebanyakan orang. Hari ini aku merefleksi diri, “Hai Sissy, sudah sejauh mana pelajaranmu hingga hari ini?”Uw, aku rasanya seperti melihat diriku sebulan yang lalu, berbaring di rumah sambal nonton tv dan bermain bersama ponakan kecilku yang imut menjadi aktivitas sehari-hariku. Ya, lagi-lagi rebahan menjadi jalan ninjaku. Begitupun saat ini, rebahan masih menjadi jurus terjitu mengistirahatkan pikiran dan fisik setelah seharian duduk didepan layer computer dan mengurus pekerjaan di kantor. ...

Bagaimana Mengenali Diri Sendiri

Rasanya asing ketika mendengar pertanyaan, apa yang akan kamu lakukan setelah ini di masa depan? Mungkin untuk sebagian orang, adalah hal mudah untuk menjawabnya. Namun tidak untukku. Terlahir sebagai seorang Sissy, membuatku terbiasa menjalani hari tanpa arahan yang pasti. Tak ada yang menuntutku, tak ada pula yang memaksaku melakukan ini dan itu. Untuk sebagian orang, mungkin mereka akan sennag menjadi diriku. Tapi belum tentu begitu. Kalau dilihat secara umum, cukup menyenangkan dan mengasyikkan menjadi seorang Sissy Nagita, anak bungsu dari 3 bersaudara dengan dua kakak yang telah bekerja dan menikah. Namun di sinilah sudut pandang itu terlihat berbeda. Lahir dari seorang ibu yang membolehkan apa saja yang diinginkan anaknya, ternyata membuatku salah langkah karena ternyata aku tak benar-benar melakukan apa yang aku sukai. Aku menyukai A, berpindah ke B, lalu beralih ke C. Semuanya bisa dan boleh. Hal itu membuatku sedikit bingung dengan diriku sendiri ketika ditanya baka...

Seni Menerima Diri Sendiri 2

Cahaya menembus kegelapan Dukungan dari orang-orang terdekat, keluarga dan sahabat membantuku perlahan berdiri dan berani menapaki kembali jalan yang sudah lama tak kulalui. Buku-buku bacaan memberikan suntikan semangat sekaligus memberitahuku kabar gembira, bahwa bukan aku saja yang mengalaminya. Bahkan hampir setiap mahasiswa melaluinya, hanya aku saja yang mungkin waktunya sedikit lebih lama.  Salah satu bukunya berjudul " Berdamai dengan diri sendiri" karya Muthia Sayekti. Aku membacanya semester lalu. Saat itu aku benar-benar merasa tersentuh. Oh.. mungkin memang jalan hidupku seperti ini. Atau mungkin memang perjuanganku kali ini hanya sedikit lebih berat, itu saja. Memahami bahwa setiap insan telah memiliki nasib dan takdirnya masing-masing membantu merasa lebih damai. Mah, Pah, maaf karena telah menyita bahwa waktu, pikiran, biaya dan kasih sayang selama aku berada jauh dari kalian. Maaf karena tak bisa menyelesaikan tugas lebih cepat agar bisa segera ke...

Seni Menerima Diri Sendiri

Senja menembus batas Swarnadwipa Tahun ini mungkin merupakan tahun terberat untuk saya. Dihadapkan dengan situasi sulit dimana  harapan dan kenyataan terasa semakin jauh, dan fakta yang banyak membantu. Masalah terasa tak pernah usai ku alami. Namun, dengan perasaan gundah dan tak mengenakkan hati tetap ku jalani. Hari ini mungkin aku sudah merasa sedikit lebih baik, dengan banyak masukan sana-sini dan aktivitas yang setiap hari ku lalui.  Sejujurnya bukan hari ini saja, namun sudah banyak hari yang ku lalui dengan perasaan asing dengan diriku sendiri. Rasanya seperti hidup menjadi orang lain, di raga yang pernah ku inginkan sebelumnya. Banyak hari terasa sangat menyiksa, ditambah menjalani aktivitas yang itu-itu saja membuat rasa bosan kian mendominasi dalam diri. Oh, sepertinya ku mulai merasa ada yang tak beres dengan diriku. Seperti ada sakit yang tak mampu diidentifikasi oleh orang lain, sakit yang tak mampu aku jelaskan mengapa bisa sakit dan semenyiksa ini....

Mahasiswa Tingkat Akhir vs Mahasiswa Tingkat Lanjut

Dimana posisimu saat ini? Mahasiswa tingkat akhir? atau mahasiswa tingkat lanjut sepertiku? Sesungguhnya dua subjek ini memiliki urgensi yang sama, yaitu ketidakpastian.Mengapa demikian? Ya, karena pada fase ini mahasiswa seperti kita dituntut untuk mengerjakan dan menyelesaikan semua yang telah kita perjuangkan sejak awal memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Mahasiswa tingkat akhir adalah mereka yang sedang menjalani kuliah semester 7 atau 8 uMungkin mereka bisa bilang, kuliah itu menyenangkan seperti yang terlihat di sinetron maupun drama televisi. Sungguh, mereka tidak benar-benar tahu apa yang dialami oleh para mahasiswa saat ini untuk melaluinya. Sebenarnya bisa dibilang aku sangat menyukai masa-masa tingkat akhirku ini karena aku memiliki waktu luang lebih banyak dan bisa belajar lebih rajin dari sebelumnya. Saat ini aku sudah memasuki semester kesembilan, yang bisa dibilang masa perpanjangan karena masa studiku yang belum selesai. B...

Menarik Diri dari Kehidupan Pribadi

Dulu...temanku pernah bercerita, dia bilang bahwa semua keinginannya selalu dipenuhi oleh kedua orang tuanya. Kamipun sebagai temannya mengucapkan selamat atas apa yang telah ia dapatkan. Suatu hari, ia merasakan hatinya telah dipenuhi oleh rasa iri terhaap temannya yang dianggap lebih beruntung karena mamiliki IQ yang lebih tinggi dibandingkan dirinya. Dalam pandanganku, temanku ini adalah pribadi yang sangat manis dan mudah mendapatkan apa yang ia inginkan dengan mengandalkan apa yang ia punya. Saat itulah aku mulai memahami bahwa tak ada hal yang tak mungkin didapatkan manusia dan pasti ada hal yang tak mungkin didapatkan oleh manusia. Saat aku SMA dulu, aku memiliki teman yang sangat nyaman kehidupannya. Ia cantik dan terlahir dari keluarga yang terpandang. Aku bangga menjadi temannya. Aku ingat dulu, ia selalu dipakaikan sepatu oleh asisten rumah tangganya sebelum pergi sekolah. Satu hal yang membuatku kaget saat pertama kali melihatnya. Temanku tumbuh menjadi gadis dewa...

MENAHAN DIRI DARI DIRI SENDIRI

Alhamdulillah, hari ini sudah memasuki hari ke 18 ramadhan. Alhamdulillah juga, aku masih bisa menjalankannya dengan targetan dalam genggaman. Beberapa waktu ini aku mudah disadarkan dengan bagaimana cara menyentuh hati dan membangun emosi agar dapat dikendalikan oleh diri. Aku sadar bahwa setiap orang memiliki kapasitas dan standarnya masing-masing. Mereka bertahan dengan ego dan pilihannya. Pilihanku menjadi mahasiswi IPB adalah salah satu pilihan terbaik yang pernah ku ambil dalam hidup. Setidaknya aku bisa menulis tulisan inipun sebagai hasil dampak status mahasiswi yang aku miliki. Bagaimana denganmu? Jika setiap orang memiliki alasan dan motivasi dalam melakukan sesuatu, begitu pun aku. Ada dua alasan mengapa aku memilih kuliah dan bertahan selama perkuliahan. Pertama, aku memilih kuliah karena mengikuti orang-orang pada umumnya, ditambah pula aku sudah diterima disalah satu kampus terbaik. Mungkin aku tak bisa lagi menyesali hal ini karena setiap keputusan memiliki...

Tentang MEREKA

Salah satu ciri temanku ialah pernah menemaniku jogging pagi. Sudahkah kamu? Namanya Gitta Prawidia, seorang mahasiswi IPB asal Bandung yang menjadi salah satu teman baikku selama di kampus. Ia adalah pribadi yang extrovert dan sedikit pesimis, namun memiliki banyak cerita yang mampu ia sampaikan. Perkenalan kami berawal dari asrama saat tingkat satu lalu. Kami mendapatkan kamar yang berdekatan, aku nomor 255 dan Gitta 250. Kami mulai dekat karena dulu aku dipercaya menjadi Ketua asrama di bagian lorong 9 Asrama Tingkat Persiapan Bersama di gedung A2. Saat itu, aku amat menikmati masa tingkat satu di asrama. Aku termasuk dalam mahasiswi yang hampir selalu diasrama. Kebetulan teman sekamar Gitta, jarang sekali di kamar dan mereka pun sering bertengkat. Dari sanalah kami mulai dekat hingga saat ini.  Dipandanganku dulu, Gitta adalah sosok wanita idaman dengan kulit mulus dan selalu wangin setiap saat. Ia yang mengenalkanku dengan berbagai produk skin care. Selama kur...

SAATNYA MENANTANG DIRI SENDIRI #30DWC

Syukur bahagia saya haturkan kepada segenap partner dan orang-orang yang telah memotivasi saya untuk menulis. Banyak hal yang saya dapatkan dari mengikuti program ini diantaranya, saya mampu membuat 30 tulisan (termasuk ini) yang sebelumnya saya fikir tidak akan pernah selesai karena kesibukan dan kelalaian saya dalam manajemen waktu luang. Selama ini, saya banyak disibukkan dengan tugas dan tanggung jawab sebagai seorang kakak dalam membina dan menjadi mentor bagi adik-adik saya, hingga terkadang saya lupa bahwa banyak mimpi besar yang harus saya perjuangkan. Sulu, seseorang pernah mengirimi saya surat dan menjelaskan bahwa ia masih memiliki mimpi-mimpi besar yang harus ia kejar, begitupun saya. Menjadi bagian dari #30DWC ini membuat saya berfikir bagaimana keseharian para penulis dalam menyelesaikan tulisan mereka, bagaimana mengelola waktu dan mengerjakan semua prioritas utama lebih dulu. Rasanya terselip sedikit kebanggaan untuk diri sendiri dalam menyelesaikan program i...

Nikmat Skenario Tuhan

Katanya, jodoh itu cerminan diri sendiri. Jodoh itu bisa jadi teman kita sendiri. Jodoh adalah tempat kita berbagi. Jodoh adalah bagaimana kita dan masa tua nanti. Banyak orang berbicara tentang jodoh, Apakah jodoh itu takdir? Siapa yang nanti akan menjadi jodoh saya? Mengapa saya harus menemukan jodoh saya? Dimana saya bisa menemukan jodoh saya? Kapan saya akan menemukan jodoh saya? Bagaimana saya bisa bertemu dengan jodoh saya? Banyak hal yang telah kudengar tentang jodoh, mulai dari pendapat manusia hingga dalil otentik Al-Qur'an. Biasanya, banyak manusia usia 20++ yang sangat memperhatikan perkara jodoh. Mungkin hal ini didorong karena faktor usia yang sudah bisa dianggap dewasa. Bagaimana pendapatmu tentang jodoh? Menurutku, jodoh adalah bonus dari Tuhan yang diberikan kepada setiap manusia yang mampu menurunkan ego dan mau menerima kekurangan orang lain sebagai pasangannya. Jodoh, biasanya akan setara dengan pasangannya. Jika kamu merasa baik, maka akan b...

ADAT YANG MEMBIASAKAN DIRI

  Hiduplah seperti air yang tak pernah berhenti mengalir meski hujan tak juga menghampiri. Aku menyukaimu. Ya, aku menyukaimu tanpa alasan. Aku suka mendengar suara adzanmu yang merdu saat panggilan sholat itu tiba. Aku suka membaca tulisan Qur'anmu yang rapi tanpa cela. Aku suka melihatmu khusyu saat sholat. Dan aku suka ketika kamu membersamaiku dalam kebaikan. Ah, entahlah.. Rasanya dulu hampir tak mungkin kita bersama karena perbedaan yang terlalu jauh. Bagaimana bisa beragam pribadi yang tak saling mengenal ini menjadi keluarga? Bagaimana bisa beragam sifat yang tak ada kesamaan ini menjadi satu rasa? Bagaimana bisa... Bagaimana bisa manusia menolak Kehendak Tuhan-Nya? Bagaimana bisa manusia berbuat sesuatu tanpa izin Tuhan-Nya? Bagaimana bisa manusia tak saling mencintai ketika Tuhan telah menyandingkan mereka? Bagaimana bisa manusia tak saling menyayangi ketika Tuhan telah menakdirkan mereka bersama? Tuhan seluruh manusia Allah SWT, telah memberikan ci...

PERSEPSI SESEORANG

Pernahkah kamu berada diposisi yang menurutmu benar, namun masih disalahkan oleh orang lain? Pernahkah kamu merasa perdapatmu selalu tak pernah didengar dan diperhatikan? Perdebatan menjadi kegiatan harian yang terus saja kamu lakukan Pertentangan opini selalu menjadi hal yang dibicarakan Lalu bagaimana pendapatmu? Jika saja manusia mau dan mampu mengendalikan semua emosi yang dimilikinya, pastilah dunia kan lebih damai dibuatnya. Jika saja manusia mau menurunkan egonya, pastilah bumi akan terasa nyaman karenanya. Andai saja... Semua persepsi dan penilaian terhadap sesuatu yang bersifat relatif dapat dimaknai dengan baik antar sesamanya, pastilah interaksi akan terasa menyenangkan setiap harinya. Aku merindukan masa dimana setiap manusia mampu menahan egonya dan mau mempertimbanghkan perasaan saudaranya. Masa dimana hanya ada pencitraan positif yang ditujukan untuk orang lain, dimana semua persepsi timbul karena menghargai orang lain. Akankah ada masa-...

DIBALIK KATA SESEORANG

Siapakah seseorang itu? Pasti kalimat tanya akan selalu mengikuti kata "seseorang" jika kita sedang membicarakan sesuatu. Siapakah seseorang itu? Seseorang adalah panggilan yang ditujukan pada individu. Aku mencarinya didalam Kamus Besar Bahasa Indoensia, tapi tak ku temukan pengetian akan seseorang itu. Setiap kalimat yang mengandung kata seseorang, selalu diikuti dengan keterangan selanjutnya. Pernahkah kamu merasakan adanya seseorang yang membuatmu selalu rindu? Ialah seorang ibu Seseorang yang rela meluangkan waktunya untuk merawat, menjaga dan membesarkan seseorang yang ia sebut anak. Seorang ibu ialah sosok misterius yang diciptakan Tuhan karena kita tak pernah tahu mengapa ia sanggup melakukan hal yang jika dipikirkan dengan logika hampir tidak masuk dan dan kurang rasional? Apa yang sudah kamu lakukan untuk ibumu? Mungkin seseorang yang kita sebut ibu hanyalah wanita tua yang selalu memintamu pulang kerumah dan menanyakan kabarnya. Atau mungk...

JARAK SATU SPASI

Suatu kalimat takkan bermakna tanpa ada spasi antar katanya. Pernah berfikir demikian? Apakah yang terjadi ketika kita melakukan kesalahan penulisan (typo) ataupun lupa untuk memberikan spasi sebagai pemisah antar kata? Tak bermakna, bukan? Begitulah Allah SWT menciptakan jarak agar manusia belajar memahami proses kehidupan. Jarak yang diciptakan membuat manusia menjalani proses dalam hidupnya. Manusia dituntut menjalani setiap langkah kehidupan dan mengisi proses itu sebaik-baiknya. Proses hidup akan membawa manusia kepada tujuan hidupnya. Manusia memiliki potensi berhasil dan gagal dalam proses belajarnya, jika tak mampu memaknai waktu dan kesempatan yang dimilikinya. Ada lima jarak yang sering dilupakan oleh manusia, yaitu: Pertama, jarak masa muda sebelum datangnya waktu tua. Kedua, jarak nikmat sehat sebelum sakit. Ketiga, jarak antara waktu luang sebelum waktu sibuk. Keempat, jarak pada saat kaya sebelum miskin. Kelima, jarak antara kehidupan dan kematian. Su...

TERUS SALAH SIAPA?

Dinda pernah bertanya pada salah seorang temannya, Kira-kira 5 tahun lagi kita jadi seperti apa ya?  Kira-kira apa yang akan terjadi selang waktu 5 tahun dari sekarang? Pernahkah kita merenungkan apa yang akan terjadi? Dulu, temanku pernah bilang kalau ia ingin menikah selepas kuliah, atau jika  bisa sebelum kuliahpun  itu semakin baik. Dulu ia menggebu-gebu ingin menikah diusia muda karena ia pikir menikah adalah salah satu cara untuk menggenapkan imannya. Namun, setelah beberapa waktu berselang ia pun kembali membahas hal yang sama. Hanya saja kali ini ia sudah berubah pikiran. Apa yang membuatnya berubah? Siapa yang membuatnya berubah? Bagaimana ia bisa berubah begitu cepat? Mengapa sangat mudah untuk mengubah apa yang sudah ia rencanakan? Pertanyaan-pertanyaan itu segera kutanyakan padanya, unsur 5W+1H menjadi andalan pada setiap kesempatan. Lalu apa bagaimana dengan jawabannya? Ringkasnya begini, tahun lalu ia ad...