Skip to main content

Posts

Kalo Marah, Emang Masalah?

          Setiap orang pasti pernah merasakan sedih, senang, marah, kecewa, bahagia, dan suka cita diwaktu yang bergantian. Saat ini menangis, beberapa saat nanti sudah tertarwa dan tersenyum bahagia atas sesuatu misalnya. Ya, memang wajar ketika kita merasakan emosi dan mengekspresikannya, dengan syarat ekspresi itu tidak berlebihan. Mungkin sebagian dari kita ada juga yang pernah meluapkan emosinya dan berakhir dengan penyesalan yang amat dalam. Atau mungkin sangat bahagia dan tertarwa terbahak-bahak diacara formal yang membuat diri terlihat memalukan. Tak apa dear, that's okay I do the same but please do that properly. Apakah kamu pernah memikirkan bagaimana Tuhan menciptakan perasaan itu? Apakah tujuan Tuhan memberikan perasaan itu? Aku pernah bertaya-tanya mengapa ini, mengapa itu tapi jawabannya sama, hanya Tuhan yang tahu.  Pasti proses pendewasaan kita saat ini juga telah melalui perjalanan yang penuh drama dan suka cita. Mengapa demikian? ...

HIDUP UNTUK BERSYUKUR MEMBUAT HATI DAN PIKIRAN LEBIH AKUR

Pernah merasa tak berguna dalam hidup? Atau merasa tak ada petunjuk dalam hidup? Tenang, kamu ngga sendiri. Diluar sana ada kok yang ngerasa kaya gitu juga, bahkan mungkin banyak. Cuma ya memang ga banyak yang show up aja, karena hal kaya gini sifatnya negatif dan ga banyak yang peduli. Padahal kalo diteliti lebih dalam, banyak hal yang bisa dipelajari dari situasi seperti ini. Saat diusia 20-an, adalah hal yang sangat wajar bila kita merasakan kebimbangan dan ketidakstabilan emosi yang memengaruhi aktivitas sehari-hari. Bahkan tak jarang, hal ini juga menjadi penyebab banyak orang akhirnya depresi hingga mengakhiri hidupnya sendiri. bagaimana menurutmu? Aku tak tahu benar atau tidak, tapi sepertinya aku pernah merasakan hal yang banyak dikeluhkan mereka diusiaku. Kami yang memasuki usia 25 tahun, dihadapkan pada banyak pilihan dan kenyataan yang rasanya sulit untuk ditentukan. Bagaimana tidak, di usia 20-an banyak dari kmai mungkin baru saja menyelesaikan sekolah/pendidikannya, ata...

Belajar Memenangkan Hati

Dulu aku tak pernah membayangkan akan berada diposisi ini. Menjadi orang dewasa dan merasakan keresahan untuk apa yang akan dijalani dimasa mendatang, memperkirakan sesuatu yang mungkin bisa terjadi dimasa depan, atau hal kecil lainnya seperti kapan aku bisa menetap kembali ke rumah. Ternyata hidup tak sesimpel itu, kawan. Rumah bukan menjadi satu-satunya tempat kembali. Dan saat ini aku menyadarinya, bahwa tempatku bukan dirumah, tapi disuatu tempat yang aku sebut "home". Yang aku pilih dan tentukan sendiri. Life isn't that simple, right? Didalamnya kita akan menemukan banyak kejutan, yang memang benar-benar mengejutkan kita. Mulai dari kejutan gembira seperti mendapat pekerjaan, bisa bertemu orang-orang yang dilu hanya dalam angan, atau bisa juga mendapatan kejutan yang kurang mengenakkan seperti merasakan kehilangan orang tersayang. Begitulah hidup, disaat itulah kita harus bersyukur. Aku bersyukur dipertemukan dengan banyak orang baik. Dan akupun bersyukur ketika haru...

KADO DI USIA KE 24 TAHUN

  Tepat tanggal 2 lalu, usiaku genap 24 tahun. Seperti tahun-tahun sebelumnya, aku selalu berusaha memberikan apresiasi untuk diriku sendiri di setiap pertambahan usiaku. Tahun ini, aku mewujudkannya dengan menaiki salah satu gunung di daerah Garut, Gunung Cikuray. Perjalanan ini terlaksana atas bantuan dan kesiapsiagaan partner mendakiku Sugeng dan teman kamarku Mifta. Dalam waktu 3 hari kami melakukan briefing dan persiapan menuju Garut, membeli perlengkapan mendaki hingga belanja kebutuhan untuk logistik selama pendakian. Kami berangkat Jumat malam dari Karawaci menaiki bus AC 34 jurusan Poris Plawad   - Slipi dengan biaya Rp. 10.000/orang, dilanjutkan dengan angkutan umum ke Terminal Lebak Buluk (Pasar Jumat) dengan ongkos Rp.10.000/ orang. Seharusnya jika berangkat pada sore atau siang hari, kami busa langsung menaiki bus tujuan Garut dari terminal Kalideres yang lokasinya lebih dekat dengan tarif sekitar Rp.80.000/orang. Namun karena bus jurusan Kalideres - Garut kebe...

Aku ga pengen pulang sekarang, Mama

Tak pernah terbayangkan olehku, menjadi anak bungsu dari 3 bersaudara membentukku semandiri ini. Diusiaku yang memasuki 23 tahun, berusaha tegar dan tetap belajar selalu menjadi motivasiku. Namun tak semudah itu, tak jarang kerikil kecil mampu membuatku jatuh, atau serpihan debu yang membuatku menangis. Hal kecil yang slalu aku anggap remeh. Aku ingat 9 tahun lalu, ketika aku memutuskan menikmati hidupku sendiri dengan apa yang kupunya tanpa mau berdamai bagaimana yang lain. Melewati masa abu-abu dengan canda tawa, teman yang suportif dan keluarga yang slalu menemani hari-hariku saat itu membuatku merasa sudah sangat cukup dengan apa yang ku punya. Disaat teman sebayaku asyik menjalin hubungan (re:bucin), aku malah asik mencoba hal baru yang menantang dan mengesankan. Sungguh momen yang tak terlupakan, mungkin membutuhkan waktu sepanjang sisa umurku untuk menceritakan kisah hidup yang sudah kulalui. Tapi aku dengan singkat menyebutnya dengan "syukur". Sampai saat it...

AKU DIUSIA 23 TAHUN

Hari ini, 15 Mei 2020. Tepat 26 hari sejak aku berstatus karyawan. Hari-hari kebelakang terasa sedikit menantang. Beradaptasi di lingkungan baru kantor, berusaha mengenal dan menghafal nama-nama rekan kantor, dan hal-hal lain ang berhubungan dengan pekerjaan. Disisi lain, hidup sebagai perantau dan single juga menjadi tantangan tersendiri, beradaptasi dengan lingkungan kos, teman kos, penjual sekitaran kos, supir angkot, rute kendaraan, dan hal-hal sederhana yang sering dilupakan orang kebanyakan orang. Hari ini aku merefleksi diri, “Hai Sissy, sudah sejauh mana pelajaranmu hingga hari ini?”Uw, aku rasanya seperti melihat diriku sebulan yang lalu, berbaring di rumah sambal nonton tv dan bermain bersama ponakan kecilku yang imut menjadi aktivitas sehari-hariku. Ya, lagi-lagi rebahan menjadi jalan ninjaku. Begitupun saat ini, rebahan masih menjadi jurus terjitu mengistirahatkan pikiran dan fisik setelah seharian duduk didepan layer computer dan mengurus pekerjaan di kantor. ...

Pengalaman Newbie Bekerja di Perusahaan sebagai Import Staff

Alhamdulillah, hari ini memasuki hari keempat saya mulai bekerja menjadi staff import salah satu perusahaan garment di daerah Karawaci. Beberapa hari ini, tugas saya hanyalah browsing sana-sini untuk mengetahui lebih dalam tentang pekerjaan import staff dan dokumen-dokumen yang menjadi bagian tak terpisahkan dalam pekerjaan sehari-hari. Untuk itu, saya ingin memulai ceritaku dengan berbagi sedikit informasi tentang apa itu eksport import dan apa saja yang harus diketahui untuk sebagai karyawan eksport import (ksususnya bagian import). Semua orang pasti tahu, ekspor merupakan salah satu bentuk perdagangan internasional yang melibatkan perusahaan/ pengusaha dalam negeri sebagai pengirim/shipper dan negara lain sebagai consignee/penerima. Kegiatan ekspor tidak hanya menguntungkan untuk devisa negara, tetapi juga turut menyerap lapangan pekerjaan dalam jumlah besar. Wajar saja, bila pemerintah Indonesia sedikit banyak memudahkan dan mendukung kegiatan ekspor barang maupun bahan dari b...

Bagaimana Mengenali Diri Sendiri

Rasanya asing ketika mendengar pertanyaan, apa yang akan kamu lakukan setelah ini di masa depan? Mungkin untuk sebagian orang, adalah hal mudah untuk menjawabnya. Namun tidak untukku. Terlahir sebagai seorang Sissy, membuatku terbiasa menjalani hari tanpa arahan yang pasti. Tak ada yang menuntutku, tak ada pula yang memaksaku melakukan ini dan itu. Untuk sebagian orang, mungkin mereka akan sennag menjadi diriku. Tapi belum tentu begitu. Kalau dilihat secara umum, cukup menyenangkan dan mengasyikkan menjadi seorang Sissy Nagita, anak bungsu dari 3 bersaudara dengan dua kakak yang telah bekerja dan menikah. Namun di sinilah sudut pandang itu terlihat berbeda. Lahir dari seorang ibu yang membolehkan apa saja yang diinginkan anaknya, ternyata membuatku salah langkah karena ternyata aku tak benar-benar melakukan apa yang aku sukai. Aku menyukai A, berpindah ke B, lalu beralih ke C. Semuanya bisa dan boleh. Hal itu membuatku sedikit bingung dengan diriku sendiri ketika ditanya baka...

Seni Menerima Diri Sendiri 2

Cahaya menembus kegelapan Dukungan dari orang-orang terdekat, keluarga dan sahabat membantuku perlahan berdiri dan berani menapaki kembali jalan yang sudah lama tak kulalui. Buku-buku bacaan memberikan suntikan semangat sekaligus memberitahuku kabar gembira, bahwa bukan aku saja yang mengalaminya. Bahkan hampir setiap mahasiswa melaluinya, hanya aku saja yang mungkin waktunya sedikit lebih lama.  Salah satu bukunya berjudul " Berdamai dengan diri sendiri" karya Muthia Sayekti. Aku membacanya semester lalu. Saat itu aku benar-benar merasa tersentuh. Oh.. mungkin memang jalan hidupku seperti ini. Atau mungkin memang perjuanganku kali ini hanya sedikit lebih berat, itu saja. Memahami bahwa setiap insan telah memiliki nasib dan takdirnya masing-masing membantu merasa lebih damai. Mah, Pah, maaf karena telah menyita bahwa waktu, pikiran, biaya dan kasih sayang selama aku berada jauh dari kalian. Maaf karena tak bisa menyelesaikan tugas lebih cepat agar bisa segera ke...

Seni Menerima Diri Sendiri

Senja menembus batas Swarnadwipa Tahun ini mungkin merupakan tahun terberat untuk saya. Dihadapkan dengan situasi sulit dimana  harapan dan kenyataan terasa semakin jauh, dan fakta yang banyak membantu. Masalah terasa tak pernah usai ku alami. Namun, dengan perasaan gundah dan tak mengenakkan hati tetap ku jalani. Hari ini mungkin aku sudah merasa sedikit lebih baik, dengan banyak masukan sana-sini dan aktivitas yang setiap hari ku lalui.  Sejujurnya bukan hari ini saja, namun sudah banyak hari yang ku lalui dengan perasaan asing dengan diriku sendiri. Rasanya seperti hidup menjadi orang lain, di raga yang pernah ku inginkan sebelumnya. Banyak hari terasa sangat menyiksa, ditambah menjalani aktivitas yang itu-itu saja membuat rasa bosan kian mendominasi dalam diri. Oh, sepertinya ku mulai merasa ada yang tak beres dengan diriku. Seperti ada sakit yang tak mampu diidentifikasi oleh orang lain, sakit yang tak mampu aku jelaskan mengapa bisa sakit dan semenyiksa ini....

Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil CPNS Formasi PENJAGA TAHANAN JABAR

Seleksi CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil), merupakan salah satu seleksi yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Negara yang bertujuan menyaring pemuda-pemudi yang berkualifikasi untuk menjadi aparatur sipil negara. Seleksi CPNS ini tidak dilaksanakan setiap tahun, melainkan bergantung pada kebutuhan kuota pegawai CPNS. Namun, beberapa tahun ini (re: mulai 2017), seleksi CPNS hampir dilaksakan setiap tahun.  Tahun 2018 lalu, seleksi CPNS dimulai pada Agustus hingga Desember. Menurut data BKN total jumlah  pelamar CPNS 2018 merupakan yang terbanyak yakni mencapai 4.436.694 akun pelamar dan 3.627.981 akun yang telah mensubmit. Hampir seluruh kementerian membuka formasi CPNS dengan minimal pendidikan diploma. Hanya ada 3 instansi yang menerima formasi lulusan SMA yaitu Kejaksaan Agung dan Kementrian Hukum dan HAM. Mengetahui hal tersebut, saya tertarik untuk mengikuti seleksi CPNS ini dan memilih formasi penjaga tahanan dari Kemenkumham Jabar 2018. saat itu formasi yan...