Skip to main content

Posts

Belajar Memenangkan Hati

Dulu aku tak pernah membayangkan akan berada diposisi ini. Menjadi orang dewasa dan merasakan keresahan untuk apa yang akan dijalani dimasa mendatang, memperkirakan sesuatu yang mungkin bisa terjadi dimasa depan, atau hal kecil lainnya seperti kapan aku bisa menetap kembali ke rumah. Ternyata hidup tak sesimpel itu, kawan. Rumah bukan menjadi satu-satunya tempat kembali. Dan saat ini aku menyadarinya, bahwa tempatku bukan dirumah, tapi disuatu tempat yang aku sebut "home". Yang aku pilih dan tentukan sendiri. Life isn't that simple, right? Didalamnya kita akan menemukan banyak kejutan, yang memang benar-benar mengejutkan kita. Mulai dari kejutan gembira seperti mendapat pekerjaan, bisa bertemu orang-orang yang dilu hanya dalam angan, atau bisa juga mendapatan kejutan yang kurang mengenakkan seperti merasakan kehilangan orang tersayang. Begitulah hidup, disaat itulah kita harus bersyukur. Aku bersyukur dipertemukan dengan banyak orang baik. Dan akupun bersyukur ketika haru...

KADO DI USIA KE 24 TAHUN

  Tepat tanggal 2 lalu, usiaku genap 24 tahun. Seperti tahun-tahun sebelumnya, aku selalu berusaha memberikan apresiasi untuk diriku sendiri di setiap pertambahan usiaku. Tahun ini, aku mewujudkannya dengan menaiki salah satu gunung di daerah Garut, Gunung Cikuray. Perjalanan ini terlaksana atas bantuan dan kesiapsiagaan partner mendakiku Sugeng dan teman kamarku Mifta. Dalam waktu 3 hari kami melakukan briefing dan persiapan menuju Garut, membeli perlengkapan mendaki hingga belanja kebutuhan untuk logistik selama pendakian. Kami berangkat Jumat malam dari Karawaci menaiki bus AC 34 jurusan Poris Plawad   - Slipi dengan biaya Rp. 10.000/orang, dilanjutkan dengan angkutan umum ke Terminal Lebak Buluk (Pasar Jumat) dengan ongkos Rp.10.000/ orang. Seharusnya jika berangkat pada sore atau siang hari, kami busa langsung menaiki bus tujuan Garut dari terminal Kalideres yang lokasinya lebih dekat dengan tarif sekitar Rp.80.000/orang. Namun karena bus jurusan Kalideres - Garut kebe...

Aku ga pengen pulang sekarang, Mama

Tak pernah terbayangkan olehku, menjadi anak bungsu dari 3 bersaudara membentukku semandiri ini. Diusiaku yang memasuki 23 tahun, berusaha tegar dan tetap belajar selalu menjadi motivasiku. Namun tak semudah itu, tak jarang kerikil kecil mampu membuatku jatuh, atau serpihan debu yang membuatku menangis. Hal kecil yang slalu aku anggap remeh. Aku ingat 9 tahun lalu, ketika aku memutuskan menikmati hidupku sendiri dengan apa yang kupunya tanpa mau berdamai bagaimana yang lain. Melewati masa abu-abu dengan canda tawa, teman yang suportif dan keluarga yang slalu menemani hari-hariku saat itu membuatku merasa sudah sangat cukup dengan apa yang ku punya. Disaat teman sebayaku asyik menjalin hubungan (re:bucin), aku malah asik mencoba hal baru yang menantang dan mengesankan. Sungguh momen yang tak terlupakan, mungkin membutuhkan waktu sepanjang sisa umurku untuk menceritakan kisah hidup yang sudah kulalui. Tapi aku dengan singkat menyebutnya dengan "syukur". Sampai saat it...

AKU DIUSIA 23 TAHUN

Hari ini, 15 Mei 2020. Tepat 26 hari sejak aku berstatus karyawan. Hari-hari kebelakang terasa sedikit menantang. Beradaptasi di lingkungan baru kantor, berusaha mengenal dan menghafal nama-nama rekan kantor, dan hal-hal lain ang berhubungan dengan pekerjaan. Disisi lain, hidup sebagai perantau dan single juga menjadi tantangan tersendiri, beradaptasi dengan lingkungan kos, teman kos, penjual sekitaran kos, supir angkot, rute kendaraan, dan hal-hal sederhana yang sering dilupakan orang kebanyakan orang. Hari ini aku merefleksi diri, “Hai Sissy, sudah sejauh mana pelajaranmu hingga hari ini?”Uw, aku rasanya seperti melihat diriku sebulan yang lalu, berbaring di rumah sambal nonton tv dan bermain bersama ponakan kecilku yang imut menjadi aktivitas sehari-hariku. Ya, lagi-lagi rebahan menjadi jalan ninjaku. Begitupun saat ini, rebahan masih menjadi jurus terjitu mengistirahatkan pikiran dan fisik setelah seharian duduk didepan layer computer dan mengurus pekerjaan di kantor. ...

Pengalaman Newbie Bekerja di Perusahaan sebagai Import Staff

Alhamdulillah, hari ini memasuki hari keempat saya mulai bekerja menjadi staff import salah satu perusahaan garment di daerah Karawaci. Beberapa hari ini, tugas saya hanyalah browsing sana-sini untuk mengetahui lebih dalam tentang pekerjaan import staff dan dokumen-dokumen yang menjadi bagian tak terpisahkan dalam pekerjaan sehari-hari. Untuk itu, saya ingin memulai ceritaku dengan berbagi sedikit informasi tentang apa itu eksport import dan apa saja yang harus diketahui untuk sebagai karyawan eksport import (ksususnya bagian import). Semua orang pasti tahu, ekspor merupakan salah satu bentuk perdagangan internasional yang melibatkan perusahaan/ pengusaha dalam negeri sebagai pengirim/shipper dan negara lain sebagai consignee/penerima. Kegiatan ekspor tidak hanya menguntungkan untuk devisa negara, tetapi juga turut menyerap lapangan pekerjaan dalam jumlah besar. Wajar saja, bila pemerintah Indonesia sedikit banyak memudahkan dan mendukung kegiatan ekspor barang maupun bahan dari b...

Bagaimana Mengenali Diri Sendiri

Rasanya asing ketika mendengar pertanyaan, apa yang akan kamu lakukan setelah ini di masa depan? Mungkin untuk sebagian orang, adalah hal mudah untuk menjawabnya. Namun tidak untukku. Terlahir sebagai seorang Sissy, membuatku terbiasa menjalani hari tanpa arahan yang pasti. Tak ada yang menuntutku, tak ada pula yang memaksaku melakukan ini dan itu. Untuk sebagian orang, mungkin mereka akan sennag menjadi diriku. Tapi belum tentu begitu. Kalau dilihat secara umum, cukup menyenangkan dan mengasyikkan menjadi seorang Sissy Nagita, anak bungsu dari 3 bersaudara dengan dua kakak yang telah bekerja dan menikah. Namun di sinilah sudut pandang itu terlihat berbeda. Lahir dari seorang ibu yang membolehkan apa saja yang diinginkan anaknya, ternyata membuatku salah langkah karena ternyata aku tak benar-benar melakukan apa yang aku sukai. Aku menyukai A, berpindah ke B, lalu beralih ke C. Semuanya bisa dan boleh. Hal itu membuatku sedikit bingung dengan diriku sendiri ketika ditanya baka...